Ulasan Seputar Pengertian dan Gelar Spesialis Penyakit Dalam

Spesialis Penyakit Dalam

Dokter termasuk profesi yang di cita-citakan hampir semua orang. Ada banyak alasan yang membuat karir tersebut didambakan. Tidak heran jika kemudian para orang tua membujuk anak mereka untuk masuk perguruan tinggi kedokteran. Kondisi lain yang juga mendukung tumbuhnya minat masyarakat terhadap profesi ini ialah terdapat peluang karir yang jelas. Apalagi di zaman keluhan pasien pada organ penting seperti, jantung, usus, dan lainnya semakin bertambah. Membuat Spesialis Penyakit Dalam menjadi salah satu jurusan yang diminati oleh sebagian besar masyarakat.

Ilmu penyakit dalam sendiri ialah jenis ilmu kedokteran yang lebih menangani pada orang usia dewasa dan lansia. Semua gejala dan penyakit non bedah yang terjadi pada tubuh pasien. Spesialisasi itu terjadi untuk mempermudah penanganan dan memberikan pertolongan. Bukan hal yang mengherankan ketika kemudian banyak dokter spesialis yang sekarang menawarkan keahlian mereka. Keragaman tersebut tidak terjadi begitu saja. Sebab pada dasarnya semua dokter berada dalam satu garis yang sama yaitu memberikan usaha terbaiknya untuk menyelamatkan nyawa seseorang.

Berbeda dengan dokter umum yang khusus menangani penyakit fisik secara keseluruhan. Meliputi, pilek, batuk, badan panas, dan lainnya. Dokter spesialis mempunyai kendali dalam menangani berbagai penyakit khusus. Contoh, dokter kardiovaskular dikhususkan menangani pasien dengan keluhan jantung dan seputar pembuluh darah yang terjadi pada orang dewasa.

Gelar saja sebagai dokter spesialis tentu menjadi keinginan semua mahasiswa kedokteran. Apalagi masyarakat zaman sekarang lebih senang ketika melakukan pengobatan pada dokter ahli. Seperti yang sudah diketahui bahwa penyakit dalam menjadi pembahasan yang semakin serius di era teknologi seperti sekarang ini. Berikut beberapa gelar Spesialis Penyakit Dalam yang sesuai dengan keilmuannya. Yaitu:

  1. Alergi – Imunologi Klinik (Sp.PD-KAI) adalah gelar dokter spesialis yang khusus menangani alergi dan imunitas pada pasien.
  2. Nefrologi Ginjal – Hipertensi (Sp.PD-KGH) spesialis dokter yang menangani permasalahan ginjal dan tekanan darah tinggi.
  3. Gastroenterologi – Hepatologi (Sp.PD-KGEH) kejuruan ini berkaitan dengan semua penyakit pencernaan. Contohnya, lambung, usus, dan lainnya.
  4. Hematologi – Onkologi Medik (Sp.PD-KHOM) sedangkan untuk spesialis tersebut para dokter yang menangani berbagai penyakit kanker dan permasalahan kesehatan pada darah.
  5. Endokrin – Metabolik-Diabetes (Sp.PD-KEMD) spesialis kelenjar endoktrin sekaligus permasalahan pada sistem metabolisme. Misalnya saja, diabetes millinus.

Para dokter spesialis tidak serta-merta mendapatkan gelar tersebut dengan mudah. Terdapat beberapa tahap yang harus dilewati untuk berada di posisi ini. Profesi dokter termasuk pekerjaan penuh dengan pengabdian. Tidak semua orang sukses menghadapi tantangan yang diberikan. Berikut tahapan yang harus dilalui:

  • Sarjana Kedokteran

Terdapat 144 SKS yang mesti ditaklukkan selama 7 sampai dengan 14 semester. Namun, hal ini sesuai dengan motivasi seseorang. Pasalnya, tidak menutup kemungkinan semua bisa terselesaikan kurang dari 7 tahun. Pertama Anda dihadapkan pada general education, medical scienes, dan tahap klinik (co-ass).

  • Profesi Kedokteran

Selanjutnya tahap mengambil pendidikan khusus dokter. Jenjang tersebut bisa dijalankan setelah benar-benar menyelesaikan sarjana kedokteran. Tidak perlu khawatir, selama Anda mempunyai niat dan mental yang tinggi semua tantangan dalam proses ini bisa diselesaikan dengan mudah. Setelah itu Anda akan mendapatkan Uji Kompetensi Dokter Indonesia untuk mendapatkan Sertifikat Kompetensi Dokter oleh Ikatan Dokter Indonesia (IDI). Barulah bisa melanjutkan jenjang dokter spesialis yang diinginkan.

Kehadiran dokter spesialis penyakit dalam memberi manfaat tersendiri untuk masyarakat. Tidak bisa dipungkiri karena di era sekarang ini penyakit lebih cepat menyerang tanpa gejala yang jelas. Bagaimanapun edukasi mengenai berbagai jenis penyakit dibutuhkan untuk mempermudah orang awam memahaminya. Tidak ada penyakit yang tidak bisa disembuhkan.

shares